you're reading...
Kekuasaan Duniawi

Ceu Popong, Dewi Parwati Adi Saktinya DPR

IMG_0183.JPG

Ceu Popong mendadak tenar pasca dirinya dipercaya menjadi pimpinan sidang yang berjalan dramatis digedung DPR berapa waktu lalu. Nenek tangguh tersebut menjadi pimpinan sidang sementara sesuai dengan aturan yang berlaku yakni melihat pada usia.

Grandma yang bernama lengkap Popong Otje Djunjunan tesebut dipilih menjadi pimpinan sementara lantaran menjadi anggota dewan tertua yakni 76 tahun. Sedangkan Ade Rizki Pratama mewakili sebagai anggota termuda dengan usia 25 tahun.

Ceu Popong bukanlah nama baru dilingkungan politisi Senayan. Tercatat Ceu Popong terdaftar sebagai anggota dewan pada lima periode (1987-1992, 1992-1997, 1997-1999, 2009-2014, dan 2014-2019) mewakili dari Partai Golkar. Meski tidak tampil sempurna secara konstan jika dilihat dari tayang televisi, namun perempuan 76 tahun tersebut dapat menunjukan integritasnya saat memimpin sidang.

Sidang yang berjalan alot dan sempat mencekam tersebut, berlangsung selama 20 jam dan Ceu Popong tampak enjoy mesti tidak bisa menyembunyikan kelelahannya. Tidak berjalannya sidang sesuai dengan tatib kemudian dihujani interupsi terpaksa membuat sidang harus molor dari jadwal yang diperkirakan.

“Saya sendiri tidak percaya bisa memimpin sidang sambil duduk selama 20 jam. Belum lagi harus melayani setiap hujan interupsi yang ada satu per satu. Berusaha untuk tampil baik yang membuat says tidak mengantuk,” ucap Ceu Popong dikutip dari tabloid Nyata, edisi 2258.

Politisi asal Golkar tersebut menjadi dikenal masyarakat tanah akhir berkat sikap tegas dan penuh wibawa khususnya dalam memimpin sidang pada pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019. Gaya khasnya yang terbilang otoriter saat memimpin sidang menuai banyak kritik. Sikap Ceu Popong dinilai berat sebelah dalam mengambil beberapa keputusan yang dinilai merugikan Koalisi Indonesia Hebat. Meski begitu, aksi nenek tangguh tersebut sempat menjadi trending topic dibeberapa media sosial.

Nenek yang gemar puasa sunnah ini menanggapi positif atas setiap pemberitaan media massa soal kepimimpinan sidangnya. Baginya ini adalah proses demokrasi, dan Ceu Popong pun percaya bahwa ia hanya menjalankan tugas dan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Nenek tua itu pun terpaksa harus menerima umpatan, dikepali tinju, ada yang menaiki podium sidang serta perilaku tak baik lainnya dari para anggota dewan yang tak terkontrol emosinya. Sikap para anggota tersebut mengacu atas sikap Ceu Popong yang dinilai lebih memihak koalisi pendukung Prabowo Subianto.

Sidang semakin panas saat Ceu Popong secara preogratif menskor sidang. Ditanya alasan menskor sidang, Ceu Popong, menyebut bahwa kondisi jalannya sidang sudah tidak kondusif. Banyaknya anggota yang ingin berbicara, bahkan sampai ada yang naik ke podium, dan hingga ada yang maju ke meja pimpinan bukti bahwa sidang harus dihentikan sejenak.

Ceu Popong sempat terheran-heran saat ingin menskor sidang, palu sebagai pelengkap sidang tidak ditemukan di mejanya. Banyaknya anggota dewan yang mengerumuninya sempat ditanyakan satu per satu soal palu tersebut. Tapi kebanyakan mereka yang ditanya kompak menjawan “tidak tahu”.

“Akhirnya pakai mulut sendiri saja, tok, sidang di skor,” cerita ibu empat orang anak dengan delapan cucu tersebut.

Sidang pun akhirnya berujung dengan terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua DPR untuk periode baru hingga 2019 mendatang. Artinya tugas Ceu Popong pun usai sebagai pimpinan sidang sementara. Tapi usia yang sudah tua tak terlihat saat nenek delapan cucu tersebut memimpin sidang. Ibarat terasuki Dewi Parwati Adi Sakti, Ceu Popong sukses memimpin sidang yang berjalan penuh emosi selama 20 jam tanpa menunjukan kelelahan.

Ternyata nenek asal Bandung tersebut sangat disiplin dalam menjaga pola makan dan pola hidup. Ia senang sekali menghabiskan pagi dengan berjalan santai ataupun senam. Untuk makanan pun Ceu Popong sangat mengutamakan asupan buah dan sayuran. Melihat apa yang dilakukannya, tentu tidak heran dirinya mampu menyelesaikan sidang sepanjang 20 jam yang penuh mengundang tawa, marah, dan kelucuan.

Advertisements

About syukronachmad

iam a journalis, i love Juventus Football Club, iam aMoslem, and iam Nasionalism

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: