you're reading...
Kekuasaan Duniawi

Lobi Lihai PDIP Dipengujung Tahun Demi Kursi Pimpinan DPR

Di pengujung tahun 2016, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui fraksinya di DPR RI melakukan gebrakan. Fraksi PDIP menghendaki agar Undang-undang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3) direvisi dengan memasukan poin penambahan kursi pimpinan DPR.

Semua pintu fraksi lain pun diketuk agar UU No 17 Tahun 2014 itu bisa direvisi. Maka lahirlah tim gugus yang memiliki fungsi untuk melobi seluruh fraksi yang ada di DPR. Lantas, seperti apakah sikap fraksi menerima lobi tim gugus PDIP yang dipimpin oleh Junimart Girsang?

Dimulai dari sikap Fraksi Gerindra. Sebagai fraksi oposisi, Gerindra menunjukan kode-kode tak akan menolak wacana yang sedang diupayakan PDIP terkait penambahan kursi pimpinan DPR. Sayangnya, seperti yang diakui oleh Sekretaris Fraksi Parta Gerindra fary Djemy Francis, belum menjadikan revisi UU MD3 sebagai prioritas.

“Belum ada pembahasan terkait revisi UU MD3. Sekarang kita fokus ke RUU Pemilu. Ada saatnya (MD3) kita bahas,” demikian ujarnya di gedung DPR RI, Kamis (8/12).

Meski begitu, Fary tak mempermasalahkan penambahan kursi pimpinan DPR. Bahkan dirinya cenderung mendukung geliat politik PDIP tersebut.

“Kita dukung upaya yang akan perbaiki kinerja DPR secara keseluruhan, termasuk alat kelengkapan DPR,” ucap Fary melanjutkan.

Masih kader Gerindra di DPR, Desmond J Mahesa secara gamblang menyatakan sepakat atas usulan partai banteng. Bagi Desmond, jika memang PDIP menginginkan kursi yang dianggap sebagai haknya, maka berikan saja.

“Kalau PDIP mau kursi kita kasihucap Desmond masih di gedung DPR RI, Kamis (8/12).

Meski seolah sepakat, rupanya Desmond menganggap upaya merevisi UU MD3 adalah bagian dari kesepakatan politik PDIP dengan Setya Novanto yang kembali menduduki kursi ketua DPR. Desmond pun menyarakan agar PDIP tak perlu repot-repot mendiskusikan prubahan undang-undang tersebut dengan Gerindra.

“Mungkin tidak perlu dengan Gerindra karena ini mungkin bagian deal Novanto yang tidak masalahin,” ucap politisi berkepala plontos itu menambahkan.

Sikap tak menolak upaya PDIP itu rupanya juga diambil Fraksi PPP. Hanya saja, seperti yang diucapakan Arsul sani, revsisi UU MD3 harus lebih dahulu masuk dalam Prolegnas 2016.

“Sesuatu itu, kalau yang mau direvisi UU (harus melalui prolegnas). Kecuali yang mau direvisi peraturan tatib (tata tertib) DPR,” kata Sekretaris Jenderal PPP pimpinan Romahurmuziy (Romi) di kompleks parlemen, Kamis (8/12).

Apapun maksud dari perubahannya, termasuk hanya untuk menyempurnakan, sesungguhnya revisi UU MD3 tetap harus terdaftar di prolegnas. Arsul sendiri meyakini, revisi UU MD3 masih berkesempatan untuk masuk dalam Prolegnas 2016.

“Sebenarnya kalau semua ada, prioritas prolegnas 2016 diubah dulu. Kan ini masih 2016, itu bisa diubah hari ini juga bisa. Cuma kan susah ngumpulin,” kata Arsul yang juga anggota panitia kerja (panja) prolegnas 2017 itu.

Penolakan sepertinya akan datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS). Presiden PKS Sohibul Iman mengaku tak rela dan secara terang-terangan tak sepakat dengan wacana penambahan kursi pimpinan DPR gagasan PDIP.

“Logikanya kalau Pimpinan DPR ditambah satu maka menjadi enam, kalau mengambil keputusan melalui mekansime voting harus ganjil,” demikain ucap Sohibul di Gedung DPR, Kamis (08/12).

Selain mengkritik permintaan PDIP, PKS juga akan mendalami lebih lanjut perihal tersebut.

Sebagai gambaran, formasi struktur Pimpinan DPR saat ini berjumlah ganjil atau lima, yakni Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah dan Agus Hermanto.

Sohibul menambahkan, pembahasan wacana tersebut baru digaungkan saat paripurna kembalinya Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut.

Advertisements

About syukronachmad

iam a journalis, i love Juventus Football Club, iam aMoslem, and iam Nasionalism

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: