you're reading...
Luar Negeri

Seperti Soekarno, Iran Larang Musik Barat Diperdengarkan

Di awal-awal masa jabatannya memimpin Iran, Mahmoud Ahmadinejad langsung mengeluarkan kebijakan kontroversial. Tepatnya 19 Desember, 11 tahun yang lalu musik bernuansa negara Barat dilarang diperdengarkan di Iran.

Kebijakan diambil Ahmadinejad lantaran musik-musik Barat sangat memungkinkan untuk mempengaruhi pemikiran yang tak menutup kemungkinan dapat berdampak negatif.

Imbauan tersebut disampaikannya kepada seluruh radio dan televisi, terlebih milik negara, dilarang menyiarkan atauun memutar lagu-lagu karya seniman Barat. Lpresiden Iranangkah yang diambil itu seiring dengan sikap antipati Iran terhadap Barat. Menariknya, Ahmadinejad masih teramat baru terpilih sebagai presiden Iran.

Larangan itu bukanlah hal baru bagi Ahmadinejad, pasalnya ia sudah pernah mengeluarkan larangan itu saat dirinya menjabat walikota Teheran. Pada tahun 2003, ia melarang keras ibu kota diwarnai dengan iklan atau pun reklame pesepakbola asal Inggris, David Beckham.

Meski terkesan sebagai aksi menyulut kemarahan pihak Barat, ternyata langkah yang dilakukan Ahmadinejad itu bukanlah sebuah hal baru. Dirinya hanya mengulang kebijakan yang pernah ada di Iran pada tahun 1979, atau saat Iran dipimpin oleh Ayatollah Khomeini.

Khomeini menilai, musik Barat penuh dengan unsur kesenangan yang akan berdampak pada tumpulnya ketajaman berpikir. Musik Barat dituding Khomeini seperti halnya ekstasi. Ekstasi dapat merusak dan meracuni generasi muda di negara yang banyak diduduki oleh kaum Syiah.

Sayangnya, para pemuda kreatif di Iran yang bergerak di dunia musik tak sepenuhnya mengindahkan larangan tersebut. Mereka tetap terbuka terhadap karya-karya musisi Barat, untuk kemudian mempelajarinya sebagai sebuah referensi untuk menciptakan karya baru. Tak banyak dari penggiat musik di Iran mempelajari musik rock hingga hip-hop.

Pelarangan terhadap musik-musik Barat juga pernah diterapkan di Indonesia. Tepatnya pada massa pemerintahan Soekarno sekitar tahun 1959-1967. Pada era itu muncul larangan mengenai peredaran musik Barat di Indonesia.

Hal ini berkaitan dengan Manifesto Politik Indonesia yang ditetapkan sebagai GBHN. Salah satu program Manipol adalah perjuangan untuk menentang imperialisme dan kolonialisme di Indonesia.Penentangan terhadap imperialisme dan kolonialisme inilah yang akhirnya menjadi dasar dari larangan terhadap musik Barat.

Pemerintah Indonesia ingin membabat habis pengaruh-pengaruh Barat yang ada di Indonesia, termasuk dalam bidang musik. Musik Indonesia haruslah musik yang mencerminkan kepribadian Indonesia, serta dapat dijadikan sebagai bagian dari revolusi yang dapat membangkitkan jiwa dan semangat pemuda pemudi Indonesia.

Pemerintahan Soekarno memberikan peringatan keras kepada para penyanyi dan kelompok musik (band) yang memainkan jenis musik Rock ‘n Roll yang diangaap sebagai musik yang gila-gilaan. Pemerintah yang bekerja sama dengan kepolisian melakukan berbagai tindakan untuk menghapuskan pengaruh musik Barat antara lain dengan memenjarakan pemusik ala Barat, menghancurkan piringan-piringan hitam, melakukan operasi rambut gondrong dan celana ketat, serta melakukan mempopulerkan lagu-lagu yang sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia.

Bahkan grup band legendaris Koesploes sempat merasakan dinginnya jeruji besi lantaran membandel. Larangan tersebut kala itu dikenal dengan istilah ‘Ngak Ngik Ngok’. Adapun tujuan dari Soekarno melarang ‘Ngak Ngik Ngok’ adalah demi memperkenalkan musik Indonesia ke kancah dunia, semua didasari oleh hal yang sama yaitu membangun nasionalisme Bangsa Indonesia, bukan berarti Soekarno membencinya.

Advertisements

About syukronachmad

iam a journalis, i love Juventus Football Club, iam aMoslem, and iam Nasionalism

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: